Demon Gaze
Arlott punya mata iblis yang menandai unit musuh di dekatnya yang sedang terkena efek kontrol selama 7 detik. Mata itu juga otomatis menandai satu hero musuh terdekat setiap 7 detik.
Selalu aktif — tanpa cooldown

Duelist rantai dash yang me-reset dash-nya saat mengenai target ber-Mark
Demon Gaze milik Arlott otomatis menandai satu hero musuh terdekat setiap 7 detik, dan mengenai tanda itu dengan Vengeance memberi damage dua kali lipat sekaligus langsung me-reset cooldown dash-nya, sehingga dia bisa merantai dari target ke target dalam satu war. Stun dari Dauntless Strike dan reveal dari Final Slash melengkapi kit yang seluruhnya dibangun untuk menutup jalan musuh buat disengage.
Mengawasi musuh mana yang sedang bertanda dan mengurutkan reset Vengeance ke beberapa target dalam satu pertarungan butuh latihan lebih dari sekadar pembuka stun-lalu-dash yang sederhana itu.
Maksimalkan Vengeance lebih dulu untuk cooldown dan reset yang lebih sering aktif, lalu Dauntless Strike, dan ambil ultimate di setiap level yang tersedia.
Arlott punya mata iblis yang menandai unit musuh di dekatnya yang sedang terkena efek kontrol selama 7 detik. Mata itu juga otomatis menandai satu hero musuh terdekat setiap 7 detik.
Selalu aktif — tanpa cooldown
Arlott mengayunkan tombaknya ke depan, memberi 200 (+60% Total Physical Attack) Physical Damage dan memberi stun singkat ke target di area itu. Target yang terkena bagian terjauh dari AoE justru terkena stun selama 1 detik.
Arlott menerjang ke arah seorang musuh dan memberi 160 (+60% Total Physical Attack) Physical Damage (skill ini tidak bisa dihentikan selama pergerakannya). Kalau target Arlott sedang ditandai, skill ini memberi damage dua kali lipat, cooldown-nya langsung ter-reset, dan Arlott memulihkan 0 (+90% Total Physical Attack) HP (hanya memulihkan 50% dari jumlah itu kalau dipakai ke unit non-hero).
Arlott menebas ke depan, memberi 400 (+80% Extra Physical Attack) Physical Damage ke target di area itu, mendorong mereka ke tepi AoE, dan sesaat membuka posisi mereka.
Kombo andalan
Item inti dalam urutan beli, lengkap dengan emblem, talent dan battle spell yang menyertainya.
total 7.060g
Build EXP lane default untuk merangkai reset Vengeance dan mengamankan pick.
Battle Spell
The 'Flicker combo' — blinking in right as a hook or stun lands, or blinking out the instant an enemy ultimate is cast — is the single most common high-elo outplay moment in the game.
Ganti kalau perlu
Haas' Claws — Untuk sustain lifesteal ekstra di war panjang yang penuh rangkaian dash.
Immortality — Sebagai jaminan karena kombonya membawanya masuk jauh ke dalam formasi musuh.
Wind of Nature — Melawan tim penuh marksman yang mencicil darahnya dari jauh sebelum dia bisa mendekat.
Blade Armor — Melawan marksman yang mengandalkan crit dan menghukumnya saat dia mendekat ke jarak melee.
total 8.010g
Saat unggul gold dan ingin menutup war sebelum musuh sempat melindungi target yang sudah ditandai.
Battle Spell
The 'Flicker combo' — blinking in right as a hook or stun lands, or blinking out the instant an enemy ultimate is cast — is the single most common high-elo outplay moment in the game.
Ganti kalau perlu
Malefic Roar — Melawan frontline bertumpuk defense yang menumpulkan burst-nya.
Immortality — Sebagai jaminan saat dia merangkai dash all-in jauh ke dalam.
Wind of Nature — Melawan tim penuh marksman yang mencicil darahnya dari jarak jauh.
Hero yang bikin matchup ini berat, dan mekanik yang jadi penyebabnya.
Hero yang daftar counter-nya sendiri menyebut Arlott — matchup yang sama, dibaca dari sisi sebaliknya.
Partner duo yang skill-nya melengkapi hero ini.
Biarkan Demon Gaze menandai musuh kedua di dekatmu sebelum melepas Vengeance supaya kamu selalu punya target reset yang pasti di tengah pertarungan
Arahkan Dauntless Strike supaya target kena di tepi luar area AoE-nya demi stun satu detik penuh, bukan stun singkat di bagian dalam
Pakai Final Slash untuk membuka posisi sekaligus mendorong musuh berdarah tipis yang sedang kabur, bukan untuk membuka pertarungan
Rangkai reset Vengeance dari satu musuh bertanda ke musuh bertanda berikutnya saat war, jangan menumpahkan seluruh kombo ke satu target saja
Dia gampang dipakai untuk satu kali adu serang, tapi merangkai reset Vengeance melewati beberapa target yang ditandai di tengah war sungguhan butuh latihan dan pembacaan permainan.
Swift Boots lalu Blade of the Heptaseas, Endless Battle, dan Malefic Roar sudah menutup burst, sustain, dan penetration anti-tank. Ambil Blade of Despair untuk burst mentah yang lebih besar begitu dia unggul.
Masha dan Hylos menahan kombo burst-nya begitu saja, dan ultimate Phoveus terisi langsung dari dash berulang yang dibutuhkan Vengeance untuk merangkai reset.
Emblem Fighter dengan Firmness untuk daya tahan di awal, Weapons Master untuk perkembangan stat, dan Killing Spree untuk snowball dari kill yang dihasilkan rangkaian dash-nya.