Elapsed Daytime
Saat tombol Basic Attack ditahan, Benedetta masuk ke state Swordout dan mengisi Sword Intent.
Sumber kami memotong deskripsi ini di tengah kalimat — sisanya tidak ditampilkan.
Selalu aktif — tanpa cooldown

Duelist EXP lane yang mengisi Sword Intent di Swordout lalu meledakkannya jadi burst
Benedetta adalah Fighter-Assassin EXP lane yang mengutamakan mobilitas; passive-nya, Elapsed Daytime, memasukkannya ke state Swordout selama tombol Basic Attack ditahan sambil mengisi Sword Intent yang nanti diledakkan ultimate-nya. An Eye for An Eye memblokir seluruh damage dan memberi Control Immunity selama 0.8 detik sebelum dia menusuk balik — kalau yang tertahan adalah efek kontrol, tusukan itu men-stun 1.5 detik — dan Alecto: Final Blow membawanya dash menembus musuh tanpa bisa dijadikan target, meledakkan Sword Intent yang tersimpan jadi burst penutup yang besar.
Menahan tombol Basic Attack untuk mengisi Sword Intent dalam state Swordout dari Elapsed Daytime tanpa mengorbankan damage butuh rasa yang benar-benar terasah, dan jendela tangkisan bertahannya gampang salah waktu.
Maksimalkan Phantom Slash lebih dulu untuk mengejar dan damage, naikkan An Eye for An Eye sebagai yang kedua demi hasil stun bertahannya, dan ambil ultimate di level 4, 8 dan 12.
Saat tombol Basic Attack ditahan, Benedetta masuk ke state Swordout dan mengisi Sword Intent.
Sumber kami memotong deskripsi ini di tengah kalimat — sisanya tidak ditampilkan.
Selalu aktif — tanpa cooldown
Benedetta mundur cepat dan meninggalkan bayangan di depannya. Setelah jeda singkat, bayangan itu menebas ke depan dalam area berbentuk kipas, memberi 200–360 (+75% Total Physical Attack) Physical Damage dan memberi slow 60% selama 0.5 detik ke musuh. Bersamaan dengan itu, Benedetta melesat maju untuk menebas, memberi 75–175 (+100% Total Physical Attack) Physical Damage. (Kalau target juga terkena bayangannya, damage dari tebasan Benedetta sendiri naik menjadi 200%.)
Benedetta mengangkat senjatanya untuk bertahan, mendapat Control Immunity dan menahan damage dari sumber apa pun selama 0.8 detik. Setelah itu dia menusuk ke arah yang ditentukan, memberi 300–450 (+80% Total Physical Attack) Physical Damage. Kalau Benedetta berhasil menahan damage apa pun selama bertahan, dia mendapat Sword Intent penuh. Kalau dia menahan efek kontrol, tusukan berikutnya memberi stun selama 1.5 detik ke target.
Benedetta menggenggam Alecto, melesat ke depan (Benedetta tidak bisa dijadikan target selama melesat), dan menebas setelah jeda singkat, meledakkan Sword Intent di sepanjang jalurnya. Selama 2.5 detik, Sword Intent memberi total hingga 1560–2080 (+1105% Extra Physical Attack) Physical Damage ke musuh di dalamnya dan memberi slow 50%.
Kombo andalan
Item inti dalam urutan beli, lengkap dengan emblem, talent dan battle spell yang menyertainya.
total 7.010g
Pick default untuk tekanan 1v1 di EXP lane dan kill saat roaming.
Battle Spell
The 'Flicker combo' — blinking in right as a hook or stun lands, or blinking out the instant an enemy ultimate is cast — is the single most common high-elo outplay moment in the game.
Ganti kalau perlu
Queen's Wings — Melawan comp dive burst, untuk jeda damage reduction saat HP rendah.
Wind of Nature — Melawan burst fisik yang membunuhnya di tengah rangkaian dash.
Immortality — Jaminan saat dia terlalu maju mengejar kill.
Malefic Roar — Melawan comp tank yang menumpuk defense.
total 7.020g
Melawan matchup EXP lane berdarah tebal, di mana trade panjang yang memenangkan lane.
Battle Spell
Vengeance rewards being attacked, so it's weakest against burst-and-retreat assassins who land one hit and disengage before the reflect matters.
Ganti kalau perlu
Queen's Wings — Effective HP ekstra dan damage reduction saat HP rendah untuk trade panjang di lane.
Wind of Nature — Melawan duelist fisik yang harus dia kalahkan dalam adu langsung, di mana lifesteal dan jeda kebal-nya sama-sama terpakai.
Immortality — Jaminan untuk duel 1v1 yang berkepanjangan.
Di luar pergantian yang sudah disebut di build di atas.
Hero yang bikin matchup ini berat, dan mekanik yang jadi penyebabnya.
Hero yang daftar counter-nya sendiri menyebut Benedetta — matchup yang sama, dibaca dari sisi sebaliknya.
Partner duo yang skill-nya melengkapi hero ini.
Tahan tombol Basic Attack untuk mengisi Sword Intent sebelum engage supaya state Swordout sudah aktif saat pertarungan dimulai
Pakai An Eye for An Eye sebagai reaksi terhadap skill engage yang sudah kamu hafal, seperti hook atau stun, bukan asal cooldown-nya jadi
Lepas Phantom Slash supaya bayangannya kena lebih dulu — tebasan dash-nya sendiri lalu memberi damage 200% ke target itu — sebelum kamu memakai Alecto: Final Blow
Disengage lewat gerakan mundur Phantom Slash kalau pertarungan berbalik merugikan — skill itu berfungsi sebagai jalan kabur, bukan cuma alat engage
Benedetta tidak ramah pemula — mengisi Sword Intent dalam state Swordout milik Elapsed Daytime tanpa mengorbankan damage, dan mengatur timing jendela tangkisan An Eye for An Eye, dua-duanya butuh latihan serius.
Swift Boots lalu Blade of the Heptaseas, Hunter Strike, dan Endless Battle menutup build duelist standarnya, lalu beralih ke Haas' Claws untuk build lifesteal penuh melawan lawan EXP lane yang lebih tebal darahnya.
Phoveus, Saber, dan Valentina adalah counter terberatnya — ultimate Phoveus terisi dari dash-nya yang terus-menerus, sedangkan Saber dan Valentina bisa menguncinya sebelum Sword Intent-nya terisi, sehingga Alecto: Final Blow tidak punya apa-apa untuk diledakkan.
Alecto: Final Blow membuatnya melesat ke depan tanpa bisa dijadikan target, lalu meledakkan Sword Intent yang tersimpan di sepanjang jalurnya, memberi physical damage besar selama 2.5 detik dan slow ke setiap musuh yang terkena.